Tampilkan postingan dengan label Info Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Aceh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

Heboh Pernyataan Ibunda Jokowi: Suami saya putra seorang kepala desa

Heboh Pernyataan Ibunda Jokowi: Suami saya putra seorang kepala desa

Jakarta - Ibunda Presiden Joko Widodo ( Jokowi), Sujiatmi Noto Miharjo mengatakan suaminya Noto Miharjo (almarhum) merupakan putra seorang kepala desa di Kranggan, Kabupaten Karanganyar.

"Kakek suami dahulu rumahnya di depan orangtuanya, sehingga saya masih bertetangga sering ketemu," kata Sujiatmi, usai acara tasyakuran, di Sumber, Solo, Senin (2/1).

Sujiatmi mengatakan setiap memasuki tahun baru mengingat sejarahnya ketika bertemu dengan suaminya Noto Miharjo yang sekarang sudah almarhum.

"Pak Noto itu, dahulu putra seorang kepala desa, sedangkan keluarga saya pengusaha penggergajian. Namun, Pak Noto akhirnya ikut kerja di penggergajian dan mebel," kata Sujiami pula.

Sujiatmi menjelaskan setelah menikah dengan Pak Noto kemudian pindah rumah di kawasan Srambatan, Solo, dan kemudian pindah lagi di Gilingan Nusukan.

"Saya di rumah Gilingan selama lima tahun, dan kemudian pindah lagi di Jalan A Yani, Manahan, Solo. Saya tertarik dengan Pak Noto karena beliau dahulu gagah dan 'ngganteng," katanya mengakui.

Kendati demikian Sujiatmi berharap keluarganya memasuki Tahun Baru 2017 ini, semuanya diberikan kesehatan, pekerjaannya lancar, dan negara tetap tenteram dan damai, dan Pak Jokowi yang diberikan amanah dari rakyat mendapat bimbingan dari Allah SWT.

Menyinggung soal adanya isu miring terhadap keluarga dan Presiden Jokowi, Sujiatmi menanggapi dengan ramah dan mendoakan orang yang memfitnah agar sadar serta mendapatkan bimbingan dari Allah SWT.

"Saya mendoakan orang yang memfitnah mendapat pembimbingan dari Allah SWT. Karena yang dituduhkan tidak ada buktinya dan keluarga saya tidak ada yang terlibat," kata Sujiatmi pula.

Miyono, salah satu Pakde Jokowi mengatakan jika benar Pak Jokowi ada indikasi tersebut seharusnya saat mencalonkan sebagai Wali Kota Surakarta dua kali tidak bisa masuk. Bahkan, Pak Jokowi kemudian mencolankan lagi sebagai Gubernur DKIJakarta dan terakhir sebagai Presiden RI.

Miyono mengatakan pihaknya menanggapi dengan tenang dan percaya semua orang ada yang mendukung Pak Jokowi dan tidak. Jika tidak cocok dengan Pak Jokowi, mereka selalu membikin masalah, hal ini sudah biasa, katanya pula.

"Namun, kami selalu mendoakan agar Pak Jokowi tetap mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari Allah SWT," katanya lagi.
Read More

Senin, 10 April 2017

April, Jam Tangan Pintar Masuk Aceh

BANDA ACEH - Jam tangan pintar atau smartwatch ternyata belum masuk ke Aceh. Informasi yang diperoleh Serambi, jam tangan pintar itu baru akan dipasarkan pada April 2014, itupun hanya untuk merek SpeedUp.

April, Jam Tangan Pintar Masuk Aceh

Meski demikian, beberapa toko gadget di Banda Aceh mulai membuka layanan pemesanan. “Kalau di toko kami, promo sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Sudah 12 orang yang memesan dan barangnya akan sampai awal April nanti,” kata Iskandar, pemilik toko gadget di Jalan T Panglima Polem, Peunayong, Banda Aceh, kepada Serambi, Selasa (18/3).
Dia menjelaskan, smartwatch merek SpeedUp ini terdiri atas tiga warna yaitu, hitam, merah dan biru. Selain Jam tangan pintar ini cocok untuk semua usia dan kalangan. Selain berfungsi sebagai penunjuk waktu, smartwatch juga memiliki fungsi lain, di antaranya bisa terkoneksi langsung dengan android dan IOS dan dapat mengecek sosial media. “Awal April kami dapat kepastian barang sudah ready stok di toko kami,” ujar Iskandar.
Pemilik toko gadget lainnya, Kenken, juga mengatakan hal serupa. Dikatakannya, bagi masyarakat yang berminat dengan smartwatch SpeedUp sudah dapat memesan mulai dari sekarang. “Sekarang ini sudah ada sembilan orang yang memesan,” sebut dia.
Kenken memastikan, peminat smartwatch bakal terus bertambah, apalagi dengan berbagai kemudahan yang didapati dari jam tangan pintar itu. “Bisa baca sms, terima notifikasi telepon, BBM, Facebook, Line, Whatsapp, dan Twitter. Selain itu juga dapat cek kalori dan email notifikasi,” sebut Kenken.
Kepastian kehadiran smartwatch SpeedUp juga disampaikan Person In Charge SpeedUp wilayah Sumbagut, Susan. Dia mengatakan, masyarakat dapat memiliki smartwatch itu dalam bulan April nanti, karena di setiap toko retail smartphone akan didisplay langsung dari pusat.
“Bulan April nanti, smartwatch mulai masuk ke toko-toko. Untuk harganya Rp 1.899.000 setiap satu unit,” kata Susan.
Dikatakannya smartwatch dirilis pada awal Maret lalu. Pihaknya juga sudah menggelar gathering bersama partner kerja selama dua hari. Selama gathering tersebut, smartwatch dijual dengan harga promo, yaitu sebesar Rp 1.600.000.
“Tapi sekarang harga promo sudah tidak berlaku lagi. Mulai sekarang yang memesannya sudah dikenakan harga normal,” terangnya.
Selama menggelar gathering itu, di meliat banyak yang meminati jam tangan pintar itu. Alasan utama sebenarnya untuk kemudahan si pemakainya yang dapat disesuaikan untuk android dan IOS
Read More

Jumat, 07 April 2017

Kisah Bocah Haikal Tetap Belajar Mandiri Meski Tanpa Kedua Tangan



IDI -Namanya Muhaikal (3,8 tahun) anak pertama dari pasangan Indra Purnama (31) dan Nur Aida (27) warga Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.Muhaikal merupakan bocah yang memiliki keterbatasan diri yaitu cacat tubuh (tunadaksa) tanpa memiliki kedua tangan. Cacatnya itu merupakan cacat bawaan sejak dalam kandungan.
Sempat muncul rasa haru saat Serambinews.com didampingi Petugas TKSK Idi Rayeuk, Rahmat Hidayat, menyambangi rumah Muhaikal, Minggu (2/4/2017).rasa haru itu muncul ketika melihat Haikal bercelana pendek berbaju kaos dengan lengan pendek. Namun tanpa kedua tangan sebagaimana lazimya anak-anak sempurna fisik secara umum.
Kita berpikir bagaimanakah Haikal menjalani hari-harinya tanpa kedua tangan? Ternyata tak sesulit yang kita bayangkan. Di hadapan Serambi Haikal secara gamblang menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Ia tampak sangat menikmati hidupnya meski keterbatasan diri.
"Nama saya Haikal, umur 3 tahun," ungkap Haikal menjawab pertanyaan Serambi.
"Saya ingin sekolah di SD. Cita-cita ingin jadi tentara, atau dosen," ungkap Haikal sambil tersenyum manis.
Selain pintar bicara, Haikal juga pintar menghitung dari nomor satu sampai sepuluh.Ia juga pintar menghafal doa sebelum tidur,"Bismillahirrahmanirrahim. Bismika Allahuma waammut. Amin," ungkap Haikal.
Tak hanya itu, meski baru berumur 3,8 tahun. Ia juga sudah mandiri. Ia bisa makan, minum, dan mandi sendiri menggunakan kedua kakinya. Termasuk belajar menulis dengan mengapit ballpoin di jari induk kaki kirinya. Hal ini dipraktekan Haikal secara berlahan dan lincah. Luar biasa, Maha Besar Kuasa Allah SWT.
"Hanya memakai baju yang harus dibantu, tapi ia terus belajar memakainya sendiri," ungkap Nur Aida ibunda Haikal.
Semua kebiasaan Haikal ini, jelas Nur Aida, tidak ia ajarkan melainkan muncul dari kemampuannya sendiri. Bahkan, ia sendiri mengaku terharu dengan kemampuannya anaknya yang serba bisa saat berusia dua tahun.
Jika Haikal sudah berumur 4 tahun nanti, ungkap Indra ia, berniat menyekolahkan Haikal di TK gampong setempat. Jika sudah layak sekolah ia pun berencana memasukan Haikal sekolah di SD gampong setempat.
"Semoga Haikal tidak minder dengan teman-temannya," ungkap Indra.
Terlahir dengan keterbatasan fisik, kedua orang tua ini mengaku bangga dengan anaknya Haikal.
"Saya ingin Haikal sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa," ungkap Nur Aida.
Sejak mengetahui Haikal lahir dengan kondisi keterbatasan fisik ia ikhlas menerima takdir Ilahi (Allah SWT). Ia yakin bahwa Haikal merupakan amanah dari Allah yang harus disyukuri dan diasuh dengan baik.
"Allah maha adil, maha pengasih dan penyayang. Dalam kekurangannya Haikal punya banyak kelebihan. Ia jarang sakit, jarang nangis, bahkan rezekinya dan rezeki kami selalu ada," ungkap Nur Aida.
Petugas TKSK Idi Rayeuk, Rahmat Hidayat, mengatakan Haikal tergolong Anak dengan Kedisabilitasan (ADK) yang mendapat bantuan biaya hidup Rp 250 ribu/bulan dari APBK Aceh Timur yang disalurkan oleh Dinsos Aceh Timur sejak tahun 2015
Terkait bantuan ini, Nur Aida, mengaku sangat bersyukur sehingga sejumlah kebutuhan Haikal dapat terpenuhi.
Namun saat ini, katanya, Haikal, minta dibelikan Ipad untuk belajar. Untuk itu, ayahnya yang berprofesi sebagai buruh kasar masih berusaha mencari biaya untuk membelikan permintaan si buah hatinya.
Jika ada pihak yang berniat berbagi kebahagian dengan Haikal, ungkap Indra, pihaknya bersedia menerima dengan senang hati dan dapat menghubungi di 085275474437.
Sumber Informasi tribun news 
Read More